Hasil Analisa Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas di Mulyodadi Dalam Menghaghadapi Bencana Warga Mulyodadi Dalam Menghadapi Bencana

Pada tanggal 5 Februari 2010 di SMP N 1 Bambanglipuro, diadakan Workshop yang mengagendakan pertemuan yang membahas Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas Masyarakat Desa Mulyodadi dalam Menghadapi Bencana. Dalam pertemuan tersebut dihadiri Bapak dan Ibu Lurah, para dukuh dan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai dukuh dan pemuda desa, menghasilkan beberapa catatan-catatan sebagaimana berikut ini;

Jenis-Jenis Ancaman

Gempa bumi: factor Pendorongnya adalah bergeraknya lempeng bumi, awal kemunculannya ditandai dengan suara tidak diketahui arahnya, burung beterbangan,, Kejadian gempa sangat cepat dalam hitungan detik atau menit. Ancamannya melanda seluruh penduduk desa.

Banjir: Faktor Pendorong 1) Luapan Air Sungai, 2) Peningkatan Debit Air, 3) Banyaknya Sampah, 4) Pintu Air, 5) Curah Hujan Tinggi di Daerah Atas, 6) Kondisi Tanggul Sungai. Peringatan awal berupa kentongan atau melalui hp yg terkirim, terjadi selama 3-6 jam, biasanya terjadi dalam frekwensi setahun sekali, yaitu pada saat musim hujan.

Tanah longsor: Faktor Pendorongnya adalah Kondisi Tanggul Sungai. Tanah Longsor Terjadi dalam hitungan detik atau menit, dengan kejadian tak terduga, sering terjadi saat hujan atau banjir.

Kekeringan: factor Pendorongnya adalah minimnya saluran air dan tanah berpasir. Ditandai dengan sulitnya air, waktu tanam tertunda. Terjadi secara perlahan tapi pasti, terjadi tiap tahun sekali yaitu sekitar bulan Juli sampai Desember.

Endemi DBD: Faktor Pendorongnya adalah 1) Sanitasi Lingkungan kurang, dan 2) Kurangnya Kesadaran Masyarakat akan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), 3) Lingkungan Kumuh, 4) banyaknya genangan air, . Tanda Peringatan berupa Banyak jentik-jentik di lingkungan terutama di air bersih (untuk DB). Tanda peringatan awalnya yaitu: Ada panas (pasven) 1-5 hari, dan dialami selama 5-7 hari, Endemi DBD terjadi saat menjelang musim penghujan.

Kebakaran : Faktor Penyebabnya adalah Kompor Gas, 2) Listrik, 3) Lilin, 4) Nyala Obat Nyamuk. Tanda awal berupa Munculnya banyak asap atau suara ledakan. Sedangkan peringatan awal, biasanya terdengar suara teriakan meminta tolong. Kebakaran mempunyai durasi waktu ½ sampai 1 jam.

petir; terjadi karena factor Cuaca, dengan ditandai suara gemuruh, mendung, awan cumulus. Peringatan dini yang dilakukan melalui siaran radio. Angin rebut dan petir ini terjadi menjelang turunnya hujan.

Puting beliung; factor pendorongnya adalah Pergerakan udara karena perbedaan tekanan udara, ditandai dengan awan tebal dan udara panas, terjadi biasanya pada musim penghujan.

Pencemaran lingkungan air dan udara: factor penyebab adalah peternakan, Home Industry, Rumah Pemotongan Hewan, dsb. Tanda awalnya adalah Air Tidak Sehat (berubah warna, rasa dan bau). Terjadi secara berproses.

Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat Mulyodadi dalam Menghadapi Bencana

Selain menghasilkan Analisa terhadap berbagai macam bencana, juga menghasilkan analisa tentang sumberdaya yang dimiliki oleh warga untuk mengurangi resiko bencana atau Kapasitas. Dan macam-macam kapasitas tentu berbeda antara satu Kring dengan Kring lainnya. Berikut ini adalah beberapa kapasitas yang dimiliki oleh Warga Desa Mulyodadi dari Kring 1 sampai Kring IV.

Kring I

Terdiri dari Dukuh Paker, Wonodoro dan Mejing. Ancaman Bencana yang dihadapinya adalah; Gempa Bumi, Banjir, Longsor, Demam Berdarah, Petir dan angin kencang/puyuh.

Kerentanan/kelemahan yang ada pada Kring I adalah akses jalan raya yang relative jauh selain masih banyaknya puing-puing akibat gempat serta ada beberapa rumah yang rawan longsor. Bentuk kerentanan yang lain adalah pemahaman yang kurang terhadap penggunaan kompor gas yang sangat memungkinkan terjadinya kebakaran. Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi suatu masalah (anut grubyuk) dapat memudahkan masyarakat termotivasi sehingga rawan terjadi kesalahpahaman yang berujung pada konflik social.

Sedangkan kapasitas/kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat di Kring I adalah, rumah sudah bertulang, yang dapat meminimalisir kerusakan akibat gempa, dan tingkat kegotongroyongan yang tinggi. Selain itu masyarakat di Kring I mempunyai kekuatan/potensi/Kapasitas yang berupa karakteristik masyarakat Kring I, yaitu terbuka terhadap informasi, banyaknya anggota masyarakat yang terdidik, adanya kader jumantik untuk kesehatan lingkungan dan masyarakat, serta adanya alat komuniksi dua meter, yang memungkinkan setiap penduduk untuk saling berkomuikasi.

Kring II

Terdiri dari Dukuh Destan, Kraton dan Bregan. Ancaman Bencana yang dihadapi selain gempa adalah; Pencemaran Lingkungan, Air & Udara, Kekeringan, Angin Ribut, Kebakaran, dan Demam Berdarah. kerentanan yang ada pada Kring II adalah sarana dan Prasarana yang belum memadai serta kemiskinan. Hal ini belum mendapatkan perhatian yang serius karena belum adanya lembaga yang khusus yang membidangi masalah tersebut di tingkat grass root, selain itu juga ditunjang dengan tingkat empati yang rendah disebabkan factor ekonomi, SDM serta kurangnya dukungan dari lemabga formal. Sedangkan Kapasitas/Kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat adalah terjadi peningkatan Motivasi terhadap Pengurangan Resiko Bencana.

Kring III

Terdiri dari Dukuh Plumutan, Tulasan, Cangkring dan Jomblang. Ancaman Bencana yang dihadapi selain gempa adalah; Kekeringan dan Demam Berdarah. Pada kring III ini dijumpai sekitar 1000 rumah roboh ketika terjadi gempa 2006, dan di bidang pertanian rentan terhadap kekeringan dengan mencakup areal 1500 hektar lahan, dan di bidang pemukiman tergolong kumuh. Kring III mempunyai kerentanan social yang berupa potensi kerusuhan atau permasalahan kecemburuan social. Sedangkan Untuk kapasitas yg dimiliki oleh Kring III adalah terdapatnya tanah yang lapang yang memudahkan evakuasi atau untuk melakukan pengumpulan warga, juga terdapat puskesmas yang dapat digunakan semaksimal mungkin di bidang kesehatan masyarakat, serta adanya pembenahan saluran irigasi yang memungkinkan pencegahan bencana kekeringan, serta adanya kader jumantik sebagai sumberdaya manusia yang dapat dihandalkan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk atau lingkungan yang kurang baik.

Kring IV

Terdiri dari Dukuh Ngambah, Warungpring, Kepuh, Carian.. Ancaman Bencana yang dihadapi selain gempa adalah; Demam Berdarah, Kekeringan, Putting Beliung. Kerentanan yang dimiliki oleh warga adalah sangat rentan terhadap bencana (dg rumah roboh sekitar 1000 buah), semua warga rentan terhadap demam berdarah. Di bidang social juga rentan terhadap konflik social antar RT atau konflik yg diakibatkan bantuan yg kurang merata, serta secara psikologis mempunyai kurangnya kesadaran dalam mengurangi Resiko Bencana. Sedangkan Kapasitas yg dimiliki oleh warga adalah Tanah Lapang di Balai Desa Mulyodadi yg dapat digunakan berbagai sarananya terutama untuk kepentingan evakuasi apabila terjadi bencana, mempunyai sarana kesehatan (puskesmas), serta mempunyai warga yg mempunyai gotong royong yang bagus.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: