Hasil Analisa Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas Desa Wonolelo Dalam Menghadapi Bencana

Pada tanggal 13 Februari 2010 bertempat di Rumahnya Mas Kholis Diadakan Workshop yang mengagendakan pertemuan yang membahas Ancaman, Kerentanan dan Kapasitas Masyarakat Desa Wonolelo dalam Menghadapi Bencana. Dalam pertemuan tersebut dihadiri Tokoh Masyarakat, Perempuan dan Pemuda/I Desa dari berbagai dukuh, menghasilkan beberapa catatan-catatan sebagaimana berikut ini;

Jenis-Jenis Ancaman

1. kekeringan
Faktor Penyebabnya adalah Kurangnya Area Resapan, dan kurangnya vegetasi atau tumbuh-tumbuhan yang dapat menyimpan cadangan air yg diperlukan bagi tanah. Kekeringan datang dengan tanda-tanda, berkurangnya air sumur dan Dam, mendangkalnya aliran sungai dan semakin minimnya saluran irigasi, beriringan dengan semakin banyaknya rekahan tanah. Sehingga terbentuknya bencana kekeringan dengan proses melambat dan terjadi sewaktu-waktu di musim kemarau pada tiap tahun.

2. Longsor
Faktor penyebabnya adalah adanya aktivitas penebangan liar, kemiringan tanah, struktur tanah yang labil, serta tingginya curah hujan. Dapat terjadi sewaktu-waktu dengan tempo cepat.
Angin rebut biasanya ditandai dengan awan tebal disertai air.

3. Angin Ribut.
Penyebabnya adalah Cuaca yg Berubah scr ekstrim, biasa terjadi ketika menjelang atau berbarengan dengan hujan.

4. Pergaulan Bebas
Penyebabnya adalah Broken Home (Keluarga kurang bahagia), Media-media seperti Internet, Televisi atau Majalah atau relasi pertemanan, dilanjutkan dengan ditemukan kenakalan. Sangat rentan terjadi pada anak remaja,

5. Gempa
Gempa terjadi karena Daerah Bantul dilewati Cesar Opak. Tanda Awal Gempa sebagaimana yang terjadi di Wonolelo terdapat suara “blung”. Selain itu banyak hewan yang keluar dari tanah, hewan dari gunung turun serta adanya garis putih yang membentang sebelum gempa.

6. Demam Berdarah
Penyebabnya adalah berkembangnya nyamuk. Keberadaan Demam Berdarah ini dapat ditemukan apabila melihat gejala penyakit DB yaitu demam tinggi dan bintik-bintik merah. Demam Berdarah dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sebagaimana disebutkan di atas, terdapat bermacam-macam ancaman bencana yang dapat datnag sewaktu-waktu. Ancaman bencana itu apabila tidak dapat diantisipasi akan timbul banyaknya korban. Tingginya resiko bencana itu diakibatkan oleh kerentanan masyarakat dalam mengurangi resiko bencana. Tetapi, Selainmemiliki kelemahan / Kerentanan, warga Wonolelo juga memiliki kapasitas/kekuatan untuk menghindari diri dari bencana.

KERENTANAN / KELEMAHAN

Kerentanan Terhadap Bencana sebagaimana yang ada di desa Wonolelo adalah, Jarak Bangunan dari Sungai yang kurang dari 5 meter tanpa ada talut. Hal ini sangat rentan banjir, beberapa dukuh yang rentan terhadap banjir adalah Mojosari, Depok, dan Guyangan. Selain itu terdapat bukit yang gundul dan tanah perbukitan yang diratakan untuk pemukiman, menjadikan beberapa dukuh di Wonolelo rentan dengan Bencana Tanah Longsor. Dalam hal pengairan sawah adalah keberadaan sumur bur mengganggu sumber air di sekitarnya dan jauhnya sungai dari areal sawah.

Selain kerentanan secara fisik sebagaimana di atas, juga terdapat kerentanan social. Di desa Wonolelo masih terdapat sejumlah pengangguran terbuka sebanyak 35 %. Selain itu ditemukan kenakalan remaja yg diakibatkan oleh pergaulan bebas atau media internet. Selain itu terdapat beberapa konflik seperti bantuan tidak tepat sasaran, sengketa tanah ataupun kasus KDRT.

Bentuk kerentanan yang lain adalah kurangnya kesadaran akan pendidikan pada sebagian masyarakat, kuragnya pelayanan kesehatan bagi kelompok miskin. Di bidang pertanian pupuk mahal, di bidang usaha susahnya pemasaran hasil usaha, dan di sisi yang lain masihterdapat kurangnya koordinasi masyarakat dan Pemerintah desa.

Beberapa bentuk kekurangan pada penduduk desa yang menyebabkan kerentanan terhadap bencana, diikuti dengan rendahnya kesadaran pada warga. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kesadaran padah aspek penataan lingkungan, suka melakukan tebang pilih, kurang sadarnya terhadap pengelolaan sampah, serta sebagian bertindak ceroboh dengan melakukan pembakaran sampah. (yang dapat menimbulkan bencana kebakaran).

KAPASITAS / KEKUATAN

Sebagai upaya pengurangan Resiko Bencana perlu pengurangan Kerentanan dan Peningkatan Kapasitas. Untuk itu diperlukan pengetahuan seberapa kerentanan dan kapasitas yang dimiliki oleh Penduduk Desa. Pengetahuan terhadap Kapasitas sangat penting untuk diketahui agar, dapat menggunakannya semaksimal mungkin untuk mengurangi resiko Bencana, dan dari mengetahui kapasitas yang kita miliki dapat mengukur seberapa modal/kekuatan kita, agar ke depan dapat ditingkatkan.

Sebagaimana hasil Analisa HCVA yang dilakukan oleh Tim Inti Desa di tempatnya Mas Kholis, diketahui beberapa kekuatan fisik, social dan motivasi yang dimiliki oleh masyarakat wonolelo dalam menanggulangi atau mengurangi resiko bencana.

Kapasitas Fisik (kekuatan yang dimiliki oleh desa secara fisik) dapat dilihat dari adanya Embung di beberapa dukuh. Misalnya di Ploso sebanyak 3 buah, Purworejo dan Bojong, masing-masing 2 buah, keberadaan embung itu dapat dimaksimalkan untuk menanggulangi musibah kekeringan, selain terdapatnya mata air di pegunungan. Selain itu terdapat puskesmas, dapat dimaksimalkan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah atau penyakit membahayakan lainnya, Terdapatnya WC Umum, sangat membantu di bidang kesehatan lingkungan.

Kapasitas Fisik (kekuatan yang dimiliki oleh desa secara fisik) dapat dilihat dari adanya Embung di beberapa dukuh. Misalnya di Ploso sebanyak 3 buah, Purworejo  dan Bojong, masing-masing 2 buah, keberadaan embung itu dapat dimaksimalkan untuk menanggulangi musibah kekeringan, selain terdapatnya mata air di pegunungan. Selain itu terdapat puskesmas, dapat dimaksimalkan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah atau penyakit membahayakan lainnya, Terdapatnya WC Umum, sangat membantu di bidang kesehatan lingkungan.

Perkumpulan warga juga merupakan hal yang sangat penting, karena dengan perkumpulan semacam PKK< Dasawisma, Kelompok Kesenian, Kelompok Petani, atau berbagai komunitas di berbagai bidang di WOnolelo, selain sebagai wahana sosialisasi antar person, juga sebagai alat pengikat hati agar hidup bersama dan saling tolong menolong. Tolong menolong baik di bidang social, ekonomi maupun di bidang kebencanaan.

Selain itu terdapat beberapa pesantren dan tempat ibadah yang mempunyai SDM untuk mencegah musibah, seperti musibah aqidah, selain dapat untuk memotivasi masyarakat agar dapat hidup secara agamis dan mampu terhindarkan dari aneka musibah yang terjadi. Hal ini juga dibantu dengan keberadaan organisasi-organisasi yang dapat memotivasi masyarakat untuk terus maju meningkatkan kapasitas desa, seperti Radio Sadewo atau melalui Organisasi Keislaman, seperti NU dan Muhammadiyah. Hal ini juga didukung dengan sikap masyarakat Wonolelo yang terbuka pada hal yang baru, serta mempunyai generasi pemuda yang peduli terhadap lingkungan, Sosial dan Pendidikan. Di bidang Evakuasi Kebencanaan setidaknya Desa Wonolelo juga memiliki Tenda Evakuasi serta Kendaraan Pengangkut yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan emergency.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: